GURU PEMBIMBING BELAJAR FISIKA

Nama : Ni Luh Putu Niki Marwanti, S.Pd

TTL   :Gianyar, 25 Februari 1989

Umur : 22 tahun

Alamat: BTN.Kodam IX Udayana C.50,Pandak-Bandung, Kediri, Tabanan, Bal

Tinggi: 160 cm

Berat Badan: 54 kg

Golongan Darah: B

Status : Lajang

Pendidikan : Jurusan Pendidikan Fisika Fakultas MIPA Universitas Pendidikan Ganesha(Undiksha)

Mengajar di: SMA N 2 Mengwi dan PRIMAGAMA Cabang Dalung

Tentang Narasumber :

Bu Niki kerap siswa yang memanggil narasumber kami yang memiliki talenta sangat super. Pintar, cerdas, cermat dan tegas adalah sifat guru yang terlekat dalam pribadi ibu Niki. Namun, sifat manusia yang melekat masih ada suka bercanda dan masih suka jalan-jalan.

Alat Optik

ALAT OPTIK

 

Sedikit penjelasan kami tentang alat optik.

Alat optik adalah alat yang berupa benda bening yang digunakan untuk menghasilkan pemantulan atau pembiasan cahaya. Alat optik banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari bahkan selalu kita pakai untuk melakukan kegiatan.

Banyak orang yang mengira alat optik itu hanya suatu alat yang dapat kita gunakan untuk membuat suatu benda yang hanya di luar tubuh kita. Padahal dalam diri manusia juga terdap alat optik yang tidak seorang manusiapun dapat membuatnya, ialah mata. Tuhan telah menganugerahkan sebuah benda yang tak ternialai harganya bahkan kita tak bisa mengetahui cara pembuatannya.

Yaitu mata, salah satu alat optik yang paling sempurna, karena tanpa alat optik ini kita tak akan bisa melihat walaupun telah dengan bantuan alat optik lainnya. Beberapa alat optik lainnya adalah kamera, lup (kaca pembesar), teropong, dan mikrosop.

Disini makalah kami membahas tentang semua alat optik yang disebutkan diatas.

 Beberapa Gambar Alat Optik

 1.Mata

2.LUP

3.Mikroskop

4.Teleskop

5,Kamera

 

I. MATA

Mata adalah organ penglihatan yang mendeteksi cahaya. Yang dilakukan mata yang paling sederhana tak lain hanya mengetahui apakah lingkungan sekitarnya adalah terang atau gelap. Mata yang lebih kompleks dipergunakan untuk memberikan pengertian visual.

Bagian-bagian mata:

 

bagian dalam mata

  1. Bagian luar mata

Penjelasan dan fungsi dari bagian-bagian mata:

  1. Bagian dalam mata
    1. LensaLensa

terletak ditengah bola mata, dibelakang anak mata(pupil) dan selaput pelangi(iris). Fungsi utama lensa adalah memfokuskan dan meneruskan cahaya yang masuk ke mata agar jatuh tepat pada retina(selaput jala). Dengan demikian mata dapat melihat dengan jelas. Lensa mata mempunyai kemampuan untuk menfokuskan jetuhnya cahaya. Kemampuan lensa mata untuk mengubah kecembungannya disebut daya akomodasi. Bila kit mengamati benda yang letaknya dekat, maka mata berakomodasi dengan kuat. Akibatnya, lensa mata menjadi lebih cembung, dan bayangan dapat jatuh tepat diretina. Dan apabila kita mengamati benda yang letaknya jauh, maka mata tidak berakomodasi. Akibatnya, lensa mata berbentuk pipih. Sebagai contoh pada orang tuan yang berusia 50 tahun, daya akomodasi lensa mata mulai menurun. Akibatnya, orang tua menjadi sulit untuk melihat dengan jelas.Lensa mempunyai karakteristik Lunak dan transparan, mengatur fokus citra. Lensa mata berupa lensa cembung yang kenyal. Fungsi lensa yang lain juga untuk membentuk bayangan pada retina yang bersifat nyata, terbalik dan diperkecil.

  1. Konjungtiva

Adalah membran tipis pelindung (lapisan jaringan) pada mata. Konjungtiva berfungsi sebagai membran pelindung pada mata.

  1.  Lapisan Koroid (lapisan tengah)

Lapisan koroid atau lapisan tengah terletak diantara sklera dan retina, berwarna cokelat kehitaman sampai hitam. Lapisan tengah(lapisan koroid) berfungsi memberi nutrisi pada retina luar. sedang warna gelap koroid berfungsi untuk mencegah pemantulan sinar. Lapisan yang amat gelap juga berfungsi mencegah berkas cahaya dipantulkan di sekeliling mata

  1. Pupil (anak mata)

Pupil berupa celah yang berbentuk lingkaran terdapat ditengah-tengah iris . Pupil berfungsi sebagai tempat untuk mengatur banyak sedikitnya cahaya yangmasuk kedalam mata. Pupil juga Lubang di dalam Iris yang dilalui berkas cahaya. Pupil merupakan tempat lewatnya cahaya menuju retina.

  1.  Saraf Optik (saraf mata)

Saraf Mata berfungsi untuk meneruskan rangsang cahaya yang telah diterima. Rangsang cahaya tersebut diteruskan kesusunan saraf pusat yang berada di otak. dengan demikian kita dapat melihat suatu benda. Saraf Optik atau saraf mata juga berfungsi Mengirim informasi visual ke otak atau meneruskan informasi tentang kuat cahaya dan warna ke otak.

  1.  Selaput Bening (Kornea)

Selaput Bening(Kornea) sangat penting bagi ketajaman penglihatan kita. Fungsi utama selaput bening (kornea) adalah meneruskan cahaya yang masuk kemata. Cahaya tesebut diteruskan kebagian mata yang lebih dalam dan berakhir pada selaput jala atau retina. Karena fungsinya itu, maka selaput bening (kornea) mempunyai beberapa sifat, yaitu tidak berwarna(bening) dan tidak mempunyai pembuluh darah. Kornea merupakan bagian mata yang dapat disumbangkan untuk penyembuhan orang dari kebutaan. Selaput being(kornea) brupa Piringan Transparan di depan bola mata dan tidak berpembuluh darah. Selaput Bening(kornea) juga berfungsi sebagai pelindung mata bagian dalam.

  1.  Sklera/selaput putih

Sklera atau selaput putih terletak di lapisan luat. SkleraLapisan luar yang keras / keras. Lapisan ini berwarna putih, kecuali dibagian depan yaitu tidak berwarna atau bening. Lapisan Sklera berwarna putih terdiri atas serabut kolagen yang tidak teratur dan tidak berpembuluh darah, kecuali bagian episklera. Lapisan sklera berfungsi melindungi bola mata. Sklera bagian mata depan tampak bergelembung dan transparan disebut kornea.

  1. Bagian luar mata
    1. Bulu mata

Bulu mata, atau lebih tepatnya rambut mata, adalah bagian dari kelopak mata yang berupa helaian rambut-rambut. Rambut-rambut ini berfungsi untuk melindungi supaya debu, keringat atau air yang menetes dari dahi tidak masuk ke mata. Rambut mata merupakan rambut yang sangat lembut.Alat untuk melentikkan dan menebalkan bulu mata disebut maskara.Bulu mata dimiliki oleh manusia dan hewan mamalia.

  1. Alis mata

Alis mata pada sebagian besar mamalia berupa bagian yang sedikit menonjol sedikit di atas kedua belah kelopak mata dan mempunyai sedikit rambut halus. Alis mata berfungsi sebagai pelindung mata yang peka dari tetesan keringat yang jatuh dari bagian dahi, air hujan, atau sinar matahari yang berlebihan.

Bentuk alis mata pada manusia biasanya bagaikan bulan sabit dengan lengkungan agak tajam di bagian pelipis. Tidak jarang juga dijumpai orang dengan alis mata bagian kiri dan bagian kanan yang bersambung menjadi satu.

Bentuk alis mata dan arah tumbuh rambut pada alis dimaksudkan agar keringat atau air bisa mengalir ke kening dan jatuh ke pipi, atau ke arah pipi melewati puncak hidung. Bentuk tulang dahi pada bagian alis mata juga ikut melindungi mata dari tetesan keringat dan air.

Alis mata juga berfungsi sebagai penahan berbagai macam kotoran yang bisa memasuki mata, seperti pasir, debu, dan ketombe. Selain itu rambut pada alis mata juga menambah kepekaan pada kulit untuk merasakan objek asing yang berada di dekat mata, misalnya serangga yang hendak masuk ke mata.

  1. Kelopak Mata

Kelopak mata terdiri atas kelopak atas dan kelopak bawah. Bagian ini untuk membuka dan meutup mata. Kelopak mata berfungsi untuk melindungi bola mata bagian depan dari benda-benda asing dari luar. Benda-benda tersebut misalnya debu, asap, dan goresan. Kelopak mata juga berfungsi untuk menyapu permukaan bola mata dengan cairan. Selain itu juga untuk mengatur intensitas cahaya yang masuk kemata.

Beberapa penyakit yang terkait dengan kelopak mata antara lain ptosis atau kelopak mata bergantung, yang dalam kebanyakan kasus terjadi apabila otot levator palpebrae tidak cukup kuat untuk menyangga kelopak mata. Penanganan atas keadaan patologis ini dapat dilakukan dengan operasi bedah menggunakan anestesi lokal, dan keadaan mata dapat membaik setelah operasi.

Daya Akomodasi Mata

Definisi daya akomodasi adalah kemampuan mata untuk mencembungkan atau memipihkan lensa mata. Pada proses melihat, lensa mata akan cembung jika melihat benda yang dekat dan akan memipih jika melihat benda yang jauh. Hal ini sebenarnya adalah usaha menempatkan bayangan yang dilihat agar tepat pada retina sehingga dapat jelas.
Kekuatan akomodasi dinyatakan dalam dioptri, dapat diukur dengan kartu akomodasi yang mempunyai garis tegak tunggal ukuran 0,2 x 3 mm. kartu diletakkan di depan mata, kemudian dilihat sampai batas kabur. Jika jarak antara mata dengan kartu itu diketahui, dapat ditentukan daya akomodasi mata tersebut. Misalnya jarak antara mata dan kartu adalah 15 cm, maka daya akomodasi mata adalah 100 per 15 = 6,67 dioptri. Jika daya akomodasi berkurang, mata akan cepat lelah untuk membaca. Hal ini dapat terjadi karena bertambahnya usia sehingga menimbulkan kesulitan untuk melihat.

Jenis-jenis Daya Akomodasi

  1. Daya Akomodasi Maksimum,

Daya akomodasi maksimum adalah keadaan lensa mata saat melihat benda dengan jarak yang dekat dimana lensa mata akan menebal hingga mecapai keadaan paling tebal.

2.Daya Akomodasi Minimum,

Daya akomodasi minimum adalah keadaan lensa mata saat melihat benda dengan jarak yang jauh dimana lensa mata akan menipis hingga mencapai keadaan paling tipis.

Daya akomodasi mata mengakibatkan mata memiliki titik dekat (punctum proximum) dan titik jauh (punctum remotum).
Titik dekat adalah titik terdekat sebuah benda ke mata yang masih dapat terlihat oleh mata dengan jenis dalam keadaan mata berakomodasi maksimum
Titik jauh adalah titik terjauh sebuah benda ke mata yang masih dapat terlihat dengan jelas
dalam keadaan mata tidak berakomodasi.

Mata dapat melihat dengan jelas jika letak benda berada pada jankauan penglihatan,yaitu titik dekat (punctum prosimum)dan titik jauh mata (punctum remotum).Titik dekat dimana mata suatu benda dapat diletakkan dan masih menghasilkan suatu bayangan tajam pada retina ketika mata berakomodasi maksimum disebut titik dekat.Lokasi paling jauh benda dimana mata yang relaks (Mata tidak berakomodasi )dapat memfokuskan benda di sebut dengan titik jauh.Seseorang mata normal dapat melihat benda-benda yang sangat jauh seperti bintang,planet. Jarak titik dekat pada mata normal adalah 25 cm dan titik jauhnya tak terhingga.
Cacat mata dan menaggulanginya.Ada kemugkinan yang ketidaknormalan pada mata,Disebut Cacat mata.atau aberasi.cacat mata dapat di atasi dengan menggunakan kacamata,lensa kontak.Mata normal memiliki titik dekat 25 cm dan titik jauh tidak terhingga.

Cacat Mata

No

Jenis-jenis cacat mata

Penyebab

Akibat

Cara mengtasi

1

Rabun jauh (miopi) Lensa mata terlalu cembung / bola mata terlalu lonjong Tidak dapat melihat benda yang letaknya jauh Menggunakan lensa kacamata cekung

2

Rabun dekat (hipermetrop) Bola mata terlalu pipih / lensa mata kurang dapat dicembungkan Tidak dapat membaca pada jarak baca normal Menggunakan lensa kaca mata cembung

3

Mata tua (presbiopi) Kerena faktor lanjut usia Tidak dapat melihat benda jauh dengan jelas dan tidak bias membaca pada jarak baca normal Menggunakan kaca mata berlensa rangkap (bifocal)

4

Astigmatisma (silindris) Kelengkungan kornea yang tidak berbentuk bola Tidak dapat melihat garis-garis horizontal dan vertical secara bersama-sama Menggunakan kaca mata lensa silindris sehingga dapat terbentuk baying yang jelas pada retina

5

Katarak Seseorang yang berumur panjang Membuat lensa matanya secara parsial atau secara total buram

6

Glaucoma Peningkatan abnormal pada tekanan fluida dalam mata Pengurangan suplai darah ke retina yang mengakibatkan kebutaan

 

II. Lup (Kaca Pembesar)

Pengertian Lup

Lup merupakan sebuah lensa cembung yang digunakan untuk melihat benda-benda yang kecil sehingga tampak lebih besar dan lebih jelas. Untuk itu benda yang akan dilihat harus ditaruh di fokus depan lensa.

Proses pembentukan bayangan pada Lup

Prinsip pembentukan bayangan pada lup sama dengan prinsip pembentukan bayangan pada lensa cembung. Bayangan yang terbentuk bersifat  maya, tegak, dan diperbesar. Untuk mendapatkan bayangan semcam ini objek harus berada didepan lensa di antara titik O dan titik fokus f. Lup dapat digunakan dalam dua macam cara, yaitu dengan mata berakomodasi maksimum dan tidak berakomodasi.

Proses Pembentukan Bayangan pada Lup untuk keadaan mata Berakomodasi Maksimum

Agar mata dapat melihat dengan berakomodasi maksimum, maka bayangan yang dibentuk oleh lensa harus berada di titik dekat mata (PP). Benda yang dilihat harus terletak antara titik fokus dan titik pusat sumbu lensa.
Kelemahannya untuk pengamatan lama mata cepat lelah, sedangkan keuntungannya  dari segi perbesaran bertambah.
Sifat bayangan yang dihasilkan maya, tegak dan diperbesar

Proses Pembentukan Bayangan pada Lup untuk keadaan Mata Tidak Berakomodasi

Menggunakan lup dalam keadaan mata berakomodasi maksimum membuat mata menjadi cepat lelah. Agar mata relaks dan tidak cepat lelah, lup digunakan dalam keadaan mata tidak berakomodasi. Untuk mendapatkan perbesaran bayangan yang diinginkan dalam keadaan mata tidak berakomodasi, bayangan yang terbentuk harus berada sangat jauh di depan lensa (jarak tak hingga). dalam hal ini objek harus berada di titik fokus lensa (s = f).

 

Sifat Bayangan yang Dihasilkan Lup

Bayangan yang terbentuk pada lup bersifat:

Maya

Tegak

Diperbesar

III. MIKROSKOP

Pengertian Mikroskop

Mikroskop adlah alat optik yang digunakan untuk mrngamati brnda-benda renik (sangat kecil) agar tampak lebih besar hingga ratusan bahkan ribuan kali. Mikroskop terdiri atas dua lensa positif, yaitu yaitu lensa objektif dan lensa okuler. Lensa objektif berada di dekat objek sedangkan lensa okuler berada di depan mata pengamat. Jarak titik api lenmsa okuler lebih panjang dari pada lensa objektif.

Lensa objektif berfungsi untuk membentuk bayangan sejati, terbalik dan diperbesar dari benda yang diamati. Bayangan yang dibentuk oleh lensa objektif dianggap benda bagi lensa okuler.

Lensa okuler berfungsi membentuk bayangan maya, tegak dan diuperbesar.

Lensa kondensor, adalah lensa yang berfungsi guna mendukung terciptanya pencahayaan pada obyek yang akan dilihat sehingga dengan pengaturan yang tepat maka akan diperoleh daya pisah maksimal.

Proses Pembentukan Bayangan pada Mikroskop

Objek yang ingin diamati diletakkan di depan lensa objektif di antara titik Fob dan 2Fob. Bayangan yang terbentuk oleh lensa objektif adalah I1 yang berada di belakang lensa objektif dan di depan lensa okuler. Bayangan ini bersifat nyata, terbalik, dan diperbesar. Bayangan I1 akan menjadi benda bagi lensa okuler dan terletak di depan lensa okuler antara pusat optik O dan titik fokus okuler Fok. Di sini lensa okuler akan berfungsi sebagai lup dan akan terbentuk bayangan akhir I2 di depan lensa okuler. Bayangan akhir I2 yang terbentuk bersifat maya, diperbesar, dan terbalik terhadap objek semula.

Perbesaran yang dihasilkan mikroskop adalah gabungan dari perbesaran lensa objektif dan perbesaran lensa okuler. Perbesaran lensa objektif mikroskop adalah

Adapun perbesaran lensa okuler mikroskop sama dengan perbesaran lup, yaitu sebagai berikut.

untuk mata berakomodasi maksimum

untuk mata tidak berakomodasi

Dimana Pok adalah perbesaran lensa okuler, sn adalah jarak titik dekat mata (untuk mata normal sn = 25 cm), dan fok adalah jarak fokus lensa okuler.

Perbesaran total mikroskop adalah hasil kali perbesaran lensa objektif dan perbesaran lensa okuler. Jadi,

P = Pob × Pok

Hal-hal penting yang perlu diketahui berkaitan dengan mikroskop:

(1) jarak antara lensa objektif dan lensa okuler disebut juga panjang tabung (d). panjang tabung sama dengan penjumlahan jarak bayangan yang dibentuk lensa objektif (s’ob) dengan jarak benda (bayangan pertama) ke lensa okuler (sok).

d = s’ob + sok

(2) menggunakan mikroskop dengan mata berakomodasi maksimum berarti letak bayangan akhir berada di titik dekat mata di depan lensa okuler. Jadi, dapat dituliskan

s’ok = −sn

(3) menggunakan mikroskop dengan mata tidak berakomodasi berarti jarak benda di depan lensa okuler (sok ) berada tepat di titik fokus lensa okuler (fok). Jadi, dapat dituliskan

sok = fok

Pembentukan Bayangan pada Mikroskop Keadaan Mata Berakomodasi Minimum

 

Pengamatan ini menempatkan bayangan akhir (bayangan lensa okuler) maya pada titik dekat pengamat (PP).
Perbesaran mikroskop pada pengamatan ini adalah:

Keterangan:

S(Ob) = Jarak benda lensa obyektif dalam meter
S’(Ob) = Jarak bayangan lensa obyektif dalam meter
PP = titik dekat pengamat dalam meter
f(Ok) = panjang fokus lensa okuler dalam meter

Pembentukan Bayangan pada Mikroskop Keadaan Mata Berakomodasi Maksimum

Pengamatan ini menempatkan bayangan akhir (bayangan lensa okuler) maya pada titik jauh pengamat (PR).
Perbesaran mikroskop pada pengamatan ini adalah:

S(Ob) = Jarak benda lensa obyektif dalam meter
S’(Ob) = Jarak bayangan lensa obyektif dalam meter
PP = titik dekat pengamat dalam meter
f(Ok) = panjang fokus lensa okuler dalam meter

Sifat bayangan yang dihasilkan Mikroskop

Objek yang diamati diletakan didepan  lensa objektif di antara titik fob dan 2fob. Bayangan yang terbentuk oleh lensa objektif adalah I1 yangberada dibelakang lensa objektif dan didepan lensa okuler. Bayangan ini bersifat nyata, terbalik, dan diperbesar. Byangan I1 akan menjadi benda bagi lensa okuler dan terletak di depan lensa okuler antara pusat optik O dan titik fokus okuler fok. Lensa okuler akan berfungsi sebagai lup dan akan terbentuk bayangan akhir I2 didepan lensa okuler. Bayangan akhir I2 yang terbentuk bersifat maya, diperkecil dan terbalik.

  1. TEROPONG

Pengertian Teropong

Teropong adalah alat optik yang digunakan untuk mengamati benda-benda yang letaknya jauh agar

tampak lebih dekat dan lebih jelas. Teropong juga sering disebut teleskop. Teleskop pertama kali
ditemukan oleh Galileo Galilei. Teropong dibedakan menjadi dua yaitu teropong bias (tersusun atas
beberapa lensa) dan teropong pantul (tersusun atas beberapa cermin dan lensa). Teropong bias antara
lain teropong bintang (astronomi), teropong bumi, dan teropong panggung (teropongGalileo).

 

Pembentukan Bayangan pada Teropong

Obyek benda yang diamati berada di tempat yang jauh tak terhingga, berkas cahaya datang berupa sinar-sinar yang sejajar. Lensa obyektif berupa lensa cembung membentuk bayangan yang bersifat nyata, diperkecil dan terbalik berada pada titik fokus.

Bayangan yang dibentuk lensa obyektif menjadi benda bagi lensa okuler yang jatuh tepat pada titik fokus lensa okuler.

Pembentukan Bayangan pada Teropong dengan Mata Tidak Berakomodasi

Untuk penggunaan dengan mata tidak berkomodasi, bayangan yang dihasilkan oleh lensa obyektif jatuh di titik fokus lensa okuler.

Perbesaran anguler yang diperoleh adalah :

M = f (ob) / f (ok)

Panjang teropong adalah :

M = f (ob) + f (ok)

Bayangan Teropong yang dibentuk ole Mata Berakomodasi Maksimum

Untuk penggunaan dengan mata berkomodasi maksimal bayangan yang dihasilkan oleh lensa obyektif jatuh diantara titik pusat bidang lensa dan titik fokus lensa okuler.

Perbesaran anguler dapat diturunkan sama dengan penalaran pada pengamatan tanpa berakomodasi dan didapatkan :

M = f (ob) / So (ok)

Panjang teropong adalah :

M = f (ob) + So (ok)

Sifat Bayangan yang dibentuk Teropong

Bayangan yang dibentuk oleh lensa objektif yang ditempatkan di fokus okuler. Okuler membentuk bayangan di jauh tak terhingga.

  1. KAMERA

Pengertian Kamera

Kamera adalah alat untuk menangkap dan merekam gambar pada suatu lembaran potret ke lembaran film. Kamera berasal dari kata camera abscura yang berarti ‘ruang gelap’. Kamera merupakn alat yang paling populer dalam aktifitas fotografi. Kamera juga berarti sebuah alat yang terdiri dari gabungan alat optik, mekanik, dan elektronik yang fungsinya untuk menangkap gambar.

Kamera juga merupakan alat optik yang menyerupai mata. Elemen-elemen dasar lensa adalah sebuah lensa cembung, celah diafragma, dan film (pelat sensitif). Lensa cembung berfungsi untuk membentuk bayangan benda, celah diafragma berfungsi untuk mengatur intensitas cahaya yang masuk dan film befungsi untuk menangkap bayangan yang dibentuk lensa. Film terbuat dari bahan yang mengandung zat kimia sensitif terhadap cahaya (berubah ketika cahaya mengenai bahan tersebut). Pada mata, ketiga elemen dasar ini menyeruapi lensa mata (lensa cembung), iris (celah diafragma), dan retina (film)

Pemfokusan dilakukan dengan mengatur jarak lensa dengan film. Perubahan jarak benda mengakibatkan jarak pada film. Oleh karena itu, lensa kamera perlu digeser agar bayangan tetap jatuh pada film. Hal ini terjadi karena jarak fokus lensa kamera tetap. Dari rumus umum optik, jika jarak fokus tetap, maka perubahan jarak benda (So) akan diikuti oleh jarak perubahan (Si).

Proses Kerja Kamera

 

  1. Analogikan kita melihat pensil di ujung meja tulis. Cahaya datang dan memantul dari pensil lalu masuk ke badan kamera.
  2. Cahaya yang masukke kamera lalu mengenai lensa optik (lensa konveks/lensa cembung). Lensa ini kan memfokuskan cahaya yang diterima berupa bayangan terbalik kesuatu tempat yang disebut film.
  3. Proses kimia terjadi saat film terkena cahaya dan membentuk sebuah pola gambar. Hanya bagian film yang terkena cahaya yang akan terbakar dan hangusm, sedangkan yang lainya tetap. Dahulu film dibuat dari lempengan kaca yang bercampur bahan kimia yang langsung merekam cahaya. Perak dan kapur adalah campuran pertama kali digunakan untuk membuat lempengan tersebut. Tetapi sekarang, film dibuat dengan bahan plastik dan dilapisi hemulasi garam perak hadila supaya peka menangkap cahaya. Film yang digunakan untuk foto hitam putih menggunakan satu lapis senyawa garam perak hadila. Sedangkan penggunaan foto berwarna menggunakan minimal 3 lapis.
  4. Hasil pengkapan film adalah sebuah klise/negatif yaitu lembaran hitam. Kemudian film dicetak pada lembaran kertas foto. Proses pencetakan atau pencucian dilakukan pada ruang gelap, karena bila pada tempat terang cahaya dapat merusak hasil film yang rentan terbakar.

Sifat Bayangan Kamera

Dari proses kerja kamera di atas dapat dihasilkan suatu bayangan yang bersifat :

Nyata

Terbalik

Diperkecil

Pengertian web site. web browser, web hosting, home page, web page

Web Site ( situs web) merupakan tempat penyimpanan data dan informasi dengan berdasarkan topik tertentu . Sebutan web site atau situs web merupakan penamaan sebuah tempat di web.

Contoh : www.facebook.com, www.yahoo.com

Web browser merupakan perangkat lunak aplikasi yang memungkinkan pengguna untuk dapat berinteraksi dengan tulisan, gambar, video, musik, dan berbagai informasi lainnya yang terdapat  pada halaman web pda sebuah situs internet  atau di jaringan lokal.

Contoh : Mozila Firefox, Opera, Internet Explorer, Google Chrome

Web  Page merupakan sebuah  halaman khusus dari situs web tertentu. Web page (halaman web) dapat diartikan juga yaitu sekumpulan data yang tampil di world wide web yaitu dibentuk dengan format HTML dan tersimpan dalam suatu server.

Home Page merupakan sampul halaman yang berisi daftar isi atau menu dari sebuah situs web. Home page dapat diartikan sebagai halaman muka sebuah situs web. Tampilan home page menggambarkan keseluruhan isi situs tersebut.

Web Hosting merupakan perusahaan yang menyediakan layanan dan penyimpanan web bagi perorangan atau perusahaan.

Gelombang Radar

BAB I

PENDAHULUAN

            Dalam bab pendahuluan ini akan diuraikan dan dibahas tentang:

1.1)            Latar Belakang Makalah

1.2)            Rumusan Masalah

1.3)            Tujuan Makalah

1.4)            Manfaat Makalah

1.1  Latar Belakang

Dewasa ini, peranan teknologi dalam kehidupan sehari-hari hampir tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Dalam mengembangkan teknologi untuk kehidupan manusia, Fisika banyak memegang peranan penting. Studi tentang gelombang banyak melahirkan teknologi-teknologi baru yang sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia.

Dalam bidang telekomunikasi, pengetahuan tentang gelombang elektromagnetik sangat diperlukan. Televisi, radio, telepon seluler, riset luar angkasa dan mengetahui letak pesawat terbang atau cuaca memanfaatkan gelombang elektromagnetik. Gelombang Elektromagnetik merupakan  gabungan dari medan listrik dan medan magnet yang bergetar pada bidang yang saling tegak lurus satu sama lain.

Sprektrum gelombang elektromagnetik dari frekuensi tertinggi hingga kerendah meliputi sinar gamma, sinar X, sinar ultraviolet, cahaya tampak, sinar infra merah, gelombang mikro, gelombang televisi, dan gelombang radio. Dalam makalah ini akan diuraikan dan dejelaskan tentang Sinar Mikro atau Gelombang Radar.

1.2  Rumusan Masalah

ü  Apa Pengertian dari Gelombang Elekromagnetik ?

ü  Apa definisi tentang Gelombang Radar ?

ü  Apa manfaat Gelombang Radar dalam kehidupan sehari-hari ?

ü  Bagaimana cara kerja gelombang Elektromagnetik ?

1.3  Tujuan Makalah

1.3.1        Tujuan Umum

Tujuan Umum dari makalah ini untuk mengetahui fungsi dari gelombang elektromagnetik dalam kehidupan sehari-hari khususnya gelombang mikro atau radar.

1.3.2        Tujuan Khusus

Adapun tujuan khusus dari makalah ini yaitu :

  • Memberikan pengetahuan kepada siswa agar mengetahui tentang gelombang elektromagnetik khususnya Gelombang Radar
  • Memberikan pengetahuan kepada siswa agar mengetahui fungsi Gelombang elektromagnetik khususnya Gelombang Radar dalam kehidupan
  • Memberi invormasi kepada siswa cara kejrja atu sistem kerja dari gelombang radar.
  • Mengajarkan siswa untuk mandiri dalam pembelajaran
  • Mendidik siswa agar dapat bekerjasama dengan teman sekelompoknya

1.4  Manfaat Makalah

Adapun manfaat dari pembuatan makalah ini adalah membuat siswa belajar mandiri dengan proses belajar yang telah ditentukan dan sesuai dengan kurikulum yang berlaku yaitu mengajar dengan proses siswa yang lebih aktif dan dominan dalam belajar.

BAB II

PEMBAHASAN

                            Dalam Bab Pembahasan ini akan diuraikan tentang:

2.1) Sejarah dan Pengertian Gelombang Elektomagnetik dan Gelombang Mikro (Radar)

2.2) Jenis-jenis Gelombang Radar

2.3) Komponen-Komponen Gelombang radar

2.4) Sistem kerja Gelombang Radar

2.5) Manfaat gelombang Radar dalam kehidupan sehari-hari

2.1 Sejarah dan Pengertian Gelombang Elektromagnetik dan Gelombang Mikro (Radar)

Orang yang pertama kali menguji hipotesis Maxwall mengenai gelombang elektromagnetik adalah Heinrich Hertz, pada tahun 1887 (Foster, 2004). Percobaan-percobaan yang dilakukan oleh Hertz memberikan definisi gelombang elektromagnetik. Supriyono (2006) menyatakan bahwa “gelombang elektromagnetik terdiri atas medan magnetik dan medan listrik yang berubah secara periodik dan serempak, dengan arah getar tegak lurus satu sama lain, dan masing-masing medan tegak lurus arah rambat gelombang”.

            Istilah radar (yang dalam bahasa Inggris merupakan singkatan dari Radio Detection and Ranging, yang berarti deteksi dan penjarakan radio)  pertama kali digunakan pada tahun 1941, menggantikan istilah dari singkatan Inggris RDF (Radio Directon Finding), namun perkembangan radar itu sendiri sudah mulai banyak dikembangkan sebelum Perang Dunia II oleh ilmuwan dari Amerika, Jerman, Prancis dan Inggris. Dari sekian banyak ilmuwan, yang paling berperan penting dalam pengembangan radar adalah Robert Watson-Watt asal Skotlandia, yang mulai melakukan penelitiannya mengenai cikal bakal radar pada tahun 1915. Di tahun 1920-an, ia bergabung dengan bagian radio National Physical Laboratory. Di tempat ini, ia mempelajari dan mengembangkan peralatan navigasi dan juga menara radio. Watson-Watt menjadi salah satu orang yang ditunjuk dan diberikan kebebasan penuh oleh Kementrian Udara dan Kementrian Produksi Pesawat Terbang untuk mengembangkan radar. Watson-Watt kemudian menciptakan radar yang dapat mendeteksi pesawat terbang yang sedang mendekat dari jarak 40 mil (sekitar 64 km). Dua tahun berikutnya, Inggris memiliki jaringan stasiun radar yang berfungsi untuk melindungi pantainya.

            Pada awalnya, radar memiliki kekurangan, yakni gelombang elektromagnetik yang dipancarkannya terpancar di dalam gelombang yang tidak terputus-putus. Hal ini menyebabkan radar mampu mendeteksi kehadiran suatu benda, namun tidak pada lokasi yang tepat. Terobosan pun akhirnya terjadi di tahun 1936 dengan pengembangan radar berdenyut (pulsed). Dengan radar ini, sinyal diputus secara berirama sehingga memungkinkan untuk mengukur antara gema untuk mengetahui kecepatan dan arah yang tepat mengenai target.

            Sementara itu, terobosan yang paling signifikan terjadi di tahun 1939 dengan ditemukannya pemancar gelombang mikro berkekuatan tinggi yang disempurnakan. Keunggulan dari pemancar ini adalah ketepatannya dalam mendeteksi keberadaan sasaran, tidak peduli dalam keadaan cuaca apapun. Keunggulan lainnya adalah bahwa gelombang ini dapat ditangkap menggunakan antena yang lebih kecil, sehingga radar dapat dipasang di pesawat terbang dan benda-benda lainnya. Hal ini yang pada akhirnya membuat Inggris menjadi lebih unggul dibandingkan negara-negara lainnya di dunia. Di tahun-tahun berikutnya, sistem radar berkembang lebih pesat lagi, baik dalam hal tingkat resolusi dan portabilitas yang lebih tinggi, maupun dalam hal peningkatan kemampuan sistem radar itu sendiri sebagai pertahanan militer.

2.2 Jenis-jenis Gelombang Radar

  1. a.      Doppler Radar

Doppler radar merupakan jenis radar yang mengukur kecepatan radial dari sebuah objek yang masuk ke dalam daerah tangkapan radar dengan menggunakan Efek Doppler. Hal ini dilakukan dengan memancarkan sinyal microwave (gelombang mikro) ke objek lalu menangkap refleksinya, dan kemudian dianalisis perubahannya. Doppler radar merupakan jenis radar yang sangat akurat dalam mengukur kecepatan radial. Contoh Doppler radar adalah Weather Radar yang digunakan untuk mendeteksi cuaca.

 

  1. b.      Bistatic Radar

Bistatic radar merupakan suatu jenis sistem radar yang komponennya terdiri dari pemancar sinyal (transmitter) dan penerima sinyal (receiver), di mana kedua komponen tersebut terpisah. Kedua komponen itu dipisahkan oleh suatu jarak yang dapat dibandingkan dengan jarak target/objek. Objek dapat dideteksi berdasarkan sinyal yang dipantulkan oleh objek tersebut ke pusat antena. Contoh Bistatic radar adalah Passive radar. Passive radar adalah sistem radar yang mendeteksi dan melacak objek dengan proses refleksi dari sumber non-kooperatif pencahayaan di lingkungan, seperti penyiaran komersial dan sinyal komunikasi.

Berdasarkan bentuk gelombang

  1. a.      Continuous Wave/CW (Gelombang Berkesinambungan), merupakan radar yang menggunakan transmitter dan antena penerima (receive antenna) secara terpisah, di mana radar ini terus menerus memancarkan gelombang elektromagnetik. Radar CW yang tidak termodulasi dapat mengukur kecepatan radial target serta posisi sudut target secara akurat. Radar CW yang tidak termodulasi biasanya digunakan untuk mengetahui kecepatan target dan menjadi pemandu rudal (missile guidance).
  2. b.      Pulsed Radars/PR (Radar Berdenyut), merupakan radar yang gelombang elektromagnetiknya diputus secara berirama. Frekuensi denyut radar (Pulse Repetition Frequency/PRF) dapat diklasifikasikan menjadi 3 bagian, yaitu PRF high, PRF medium dan PRF low.

Panjang gelombang yang akan digunakan pada sistem radar bergantung pada aplikasi yang akan dikerjakan. Radar menggunakan satu atau lebih jenis band dalam melakukan penginderaan jauh. Band merupakan Rentang Panjang Gelombang. Radar menggunakan spektrum gelombang elektromagnetik pada rentang frekuensi 300 MHz hingga 30 GHz.

Tabel 1. Panjang gelombang Radar dan Frekuensinya yang digunakan dalam Penginderaan Jauh

Aplikasi dari band-band tersebut pada sistem radar dapat dilihat pada tabel 2 berikut :

2.3 Komponen- komponen Gelombang Radar

            Ada tiga komponen utama yang tersusun di dalam sistem radar, yaitu antena, transmitter (pemancar sinyal) dan receiver (penerima sinyal).

  1. a.      Antena

Antena yang terletak pada radar merupakan suatu antena reflektor berbentuk piring parabola yang menyebarkan energi elektromagnetik dari titik fokusnya dan dipantulkan melalui permukaan yang berbentuk parabola. Antena radar memiliki du akutub (dwikutub). Input sinyal yang masuk dijabarkan dalam bentuk phased-array (bertingkat atau bertahap). Ini merupakan sebaran unsur-unsur objek yang tertangkap antena dan kemudian diteruskan ke pusat sistem radar.

  1. b.      Pemancar sinyal (transmitter)

Pada sistem radar, pemancar sinyal (transmitter) berfungsi untuk memancarkan gelombang elektromagnetik melalui reflektor antena. Hal ini dilakukan agar sinyal objek yang berada didaerah tangkapan radar dapat dikenali. Pada umumnya, transmitter memiliki bandwidth dengan kapasitas yang besar. Transmitter juga memiliki tenaga yang cukup kuat, efisien, bisa dipercaya, ukurannya tidak terlalu besar dan tidak terlalu berat, serta mudah dalam hal perawatannya.

  1. c.       Penerima sinyal (receiver)

Pada sistem radar, penerima sinyal (receiver) berfungsi sebagai penerima kembali pantulan gelombang elektromagnetik dari sinyal objek yang tertangkap oleh radar melalui reflektor antena. Pada umumnya, receiver memiliki kemampuan untuk menyaring sinyal yang diterimanya agar sesuai dengan pendeteksian yang diinginkan, dapat memperkuat sinyal objek yang lemah dan meneruskan sinyal objek tersebut ke pemroses data dan sinyal (signal and data processor), dan kemudian menampilkan gambarnya di layar monitor (display).

Selain tiga komponen di atas, sistem radar juga terdiri dari beberapa komponen pendukung lainnya, yaitu:

  • Waveguide, berfungsi sebagai penghubung antara antena dan transmitter.
  • Duplexer, berfungsi sebagai tempat pertukaran atau peralihan antara antena dan penerima atau pemancar sinyal ketika antena digunakan dalam kedua situati tersebut.
  • Software, merupakan suatu bagian elektronik yang berfungsi mengontrol kerja seluruh perangkat dan antena ketika melakukan tugasnya masing-masing.

2.4 Sistem Kerja Gelombang Radar

Umumnya, radar beroperasi dengan cara menyebarkan tenaga elektromagnetik terbatas di dalam piringan antena. Tujuannya adalah untuk menangkap sinyal dari benda yang melintas di daerah tangkapan antena yang bersudut 20o – 40o. Ketika ada benda yang masuk ke dalam daerah tangkapan antena tersebut, maka sinyal dari benda tersebut akan ditangkap dan diteruskan ke pusat sitem radar untuk kemudian diproses sehingga benda tersebut nantinya akan tampak dalam layar monitor/display. Berikut merupakan tahapan kerja Gelombang Radar.

Gambar 1 Cara kerja radar

Sensor memancarkan gelombang elektromagnetik ke target dan diterima kembali oleh sensor untuk menentukan jarak (S).

Pengukuran jarak antara sensor dengan target menggunakan rumus :

S= ( c. Δt) : 2

c  = Kecepatan cahaya.

S  = Jarak antara sensor dengan target di permukaan bumi.

Δt = Waktu tempuh gelombang elektromagnetik.

Pada permukaan bumi, pulsa gelombang radar dipancarkan ke segala arah, sebagian pantulannya diterima kembali oleh sensor. Intensitas dari gelombang pantulan ini sangat lemah dibandingkan ketika dipancarkan.

Gambar 2. Gelombang radar yang dipancarkan satelit,kemudian dipantulkan kembali kesegala arah oleh permukaan bumi dan sebagian diterima kembali oleh satelit

Ketika wahana memancarkan radar, memiliki bentuk geometri tersendiri. Berikut ini adalah faktor-faktor geometri pada pencitraan radar, yaitu :

  1. Incidence Angle

Merupakan sudut yang dibentuk antara pancaran gelombang radar dengan garis yang tegak lurus terhadap permukaan objek.

  1. 2.      Depression Angle

Adalah sudut yang dibentuk dari arah horisontal ke arah garis pancaran gelombang  radar.

  1. Look Angle

Merupakan sudut antara utara geografis dan arah pancaran gelombang radar atau dengan garis yang tegak lurus arah terbang wahana.

  1. Look Direction

Merupakan arah antena saat melakukan pencitraan.

2.5 Manfaat gelombang Radar dalam kehidupan sehari-hari

Wifi radar

Wifi radar adalah aplikasi yang dirancang untuk ponsel Nokia s60v3 ataupun bisa juga dicoba di Nokia s60v5 sebagai aplikasi unuk mendeteksi keberadaan sinyal Wifi/Jaringan internet melalui sambungan gelombang radio.Aplikasi Wifi Radar ini akan memberitahukan dengan notifikasi suara jika aplikasi ini mendeteksi keberadaan Wifi,jadi menurut saya cukup berguna bagi anda yang memilki ponsel ber-Wifi dan sering menggunakan fasilitas Wifi jika berinternet.Anda tak perlu mencari sinyal Wifi secara manual,tinggal mengaktifkan aplikasi Wifi Radar dan mengoperasikannya,maka aplikasi Wifi Radar ini akan mendeteksi adanya sinyal Wifi yang ditagkap oleh ponsel anda.

Wifi radar ini sanga berguna bagi anda yang suka memanfaatkan fasilitas Wifi untuk internetan,karena aplikasi ini akan memberitahukan adanya sinyal wifi di tempat yang sedang dilewati.Jika anda tertarik untuk mencobanya silahkan download aplikasinya di bawah ini.

Cuaca

  • Weather Radar, merupakan jenis radar cuaca yang memiliki kemampuan untuk mendeteksi intensitas curah hujan dan cuaca buruk, misalnya badai.
  • Wind Profiler, merupakan jenis radar cuaca yang berguna untuk mendeteksi kecepatan dan arah angin dengan menggunakan gelombang suara (SODAR).

Militer

  • Airborne Early Warning (AEW), merupakan sebuah sistem radar yang berfungsi untuk mendeteksi posisi dan keberadaan pesawat terbang lain. Sistem radar ini biasanya dimanfaatkan untuk pertahanan dan penyerangan udara dalam dunia militer.
  • Radar pemandu peluru kendali, biasa digunakan oleh sejumlah pesawat tempur untuk mencapai sasaran/target penembakan. Salah satu pesawat yang menggunakan jenis radar ini adalah pesawat tempur Amerika Serikat F-14. Dengan memasang radar ini pada peluru kendali udara (AIM-54 Phoenix), maka peluru kendali yang ditembakkan ke udara itu (air-to-air missile) diharapkan dapat mencapai sasarannya dengan tepat.

Kepolisian

Radar biasa dimanfaatkan oleh kepolisian untuk mendeteksi kecepatan kendaraan bermotor saat melaju di jalan. Radar yang biasa digunakan untuk masalah ini adalah radar gun (<a title=”Radar
kecepatan” href=”http://id.wikipedia.org/wiki/Radar_kecepatan”>radar kecepatan) yang berbentuk seperti pistol dan microdigicam radar.

Pelayaran

Dalam bidang pelayaran, radar digunakan untuk mengatur jalur perjalanan kapal agar setiap kapal dapat berjalan dan berlalu lalang di jalurnya masing-masing dan tidak saling bertabrakan, sekalipun dalam cuaca yang kurang baik, misalnya cuaca berkabut.

Penerbangan

Dalam bidang penerbangan, penggunaan radar terlihat jelas pada pemakaian Air Traffic Control (ATC). Air Traffic Control merupakan suatu kendali dalam pengaturan lalu lintas udara. Tugasnya adalah untuk mengatur lalu lalang serta kelancaran lalu lintas udara bagi setiap pesawat terbang yang akan lepas landas (take off), terbang di udara, maupun yang akan mendarat (landing). ATC juga berfungsi untuk memberikan layanan bantuan informasi bagi pilot tentang cuaca, situasi dan kondisi bandara yang dituju.

Secondary Surveillance Radar (SSR) di Bandara Polon

Radar ada beberapa macam dan yang umum digunakan di bandara udara adalah Primary Surveillance Radar (PSR) dan Secondary Surveillance Radar (SSR). Kedua jenis radar baik PSR maupun SSR mempunyai cara kerja berbeda. Pada PSR sifatnya aktif dan pesawat yang ditargetkan sifatnya pasif. Karena PSR hanya menerima pantulan gelombang radio dari refleksi pesawat tersebut (echo). Sedangkan pesawat itu sendiri tidak “tahu-menahu” dengan kegiatan radar di bawah. Pada SSR, baik radar maupun pesawat kedua-duanya aktif. Hal ini dapat dilakukan karena pesawat terbang telah dilengkapi dengan transponder. Pesawat-pesawat yang tidak dilengkapi transponder tidak akan dapat dilihat pada radar scope seperti identifikasi pesawat, ketinggiannya, dan lain-lain.

Dengan radar SSR, yang merupakan radar deteksi aktif dengan pesawat terpasang transponder, informasi yang didapatkan lebih dari deteksi PSR, yaitu : – jarak pesawat

– posisi pesawat

– kode pesawat

– ketinggian pesawat

– kecepatan pesawat

Secondary Surveillance Radar (SSR) adalah radar yang bekerja dengan bantuan alat yang bernama transponder di pesawat udara. Secara sederhana cara kerjanya adalah sebagai berikut:

1. SSR di darat memancarkan sinyal yang disebut dengan interrogation pada frekuensi 1030 Mhz

2. Jika mendapatkan sinyal interogasi, maka transponder akan menjawab/ memberikan sinyal balasan pada frekuensi 1090 Mhz

3. Dekoder yang ada di SSR akan menghitung jarak pesawat tersebut dari lamanya sinyal sampai kembali ke SSR

4. Arah pesawat tersebut akan ditentukan oleh arah antena radar SSR yang berputar 360 derajat.

Gambar 3. Cara kerja secondary surveillance radar (SSR)

Jadi misalnya antena SSR sedang mengarah ke timur pada arah 090° dan mendapatkan jawaban (reply) dari sebuah transponder, maka jarak dan posisi pesawat akan diketahui oleh SSR.

a. Manfaat dari SSR :

– Menghasilkan informasi dari transponder pesawat yang mengirimkan jawaban dengan membawa identitas dari pesawat

– Jarak jangkau pancaran adalah 200 NM

– Daya nya adalah 2,5 Kwatt

b. Informasi yang dapat dihasilkan oleh secondary surveillance radar adalah :

  • Jarak: Salah satu cara yang bisa dipakai untuk mengukur jarak suatu objek dari antena ialah dengan mengirimkan sinyal gelombang radio (radiasi elektromagnetik) dan mengukur jeda waktu pantulan gelombangnya. Jarak(Range) Pesawat Terbang Menunjukkan jarak pesawat terbang terhadap staiun radar atau bandar udara dalam satuan Nautical Mile(NM) dimana 1NM=1,852 kilometer
  • Kecepatan: Perbedaan frekuensi antara sinyal gelombang yang dipancarkan dan sinyal gelombang yang dipantulkan kembali dapat digunakan untuk menghitung kecepatan dari benda tersebut.
  • Posisi

Merupakan nilai sekian derajat terhadap titik utara stasiun radar kearah pesawat terbang dengan putaran searah jarum jam(Clock Wise/Cw)

  • Ketinggian

Ketinggian dari suatu pesawat harus diketahui baik pilot maupun ATC (air traffic control) untuk menyeimbangkan pesawat agar tidak berada pada jalur yang salah. Ketinggian Pesawat Terbang Menunjukkan ketinggian pesawat udara terhadap permukaan laut dengan satuan feet.

  • Kode pesawat

Kode pesawat digunakan untuk mengetahui pesawat jenis apa yang sedang terbang pada saat itu. Dan untuk membedakan pesawat satu dengan yang lainnya.

BAB III

PENUTUP

            Dalam Bab Penutup ini akan diuraikan tentang :

3.1) Kesimpulan

3.2) Saran

3.1 Kesimpulan

            Dari bab pendahuluan dan bab pembahasan diatas dapat disimpulkan bahwa Gelombang Elektromagnetik sangat mempengaruhi kehidupan di dunia. Karena banyak teknologi-teknologi yang diciptakan berkaitan dengan gelombang elektromagnetik. Salah satu gelombang yang dibahas pada makalah ini adalah gelombang mikro atau radar. Gelombang ikro atau radar sangat membantu dalam memberikan informasi dan melaksanakan kegiatan sehari-hari. Gelombang radar dimanfaatkan sebagai jaringan internet, mendeteksi cuaca, mengatur lalu lintas udara, mengetahui kecepatan kendaraan, mengetahui kedudukan pesawat terbang, dan lain-lain. Jadi gelombang radar sangat banyak manfaatnya dalam kehidupan.

3.2 Saran

Gelombang elektromagnetik banyak dimanfaatkan dalam kehidupan, saran yang dapat disampaikan semoga perkembangan tekhnologi yang dikembangkan karena adanya Gelombang elektromagnetik semakin banyak dan semakin berguna bagi kehidupan ini.

Hello world!

Welcome to WordPress.com. After you read this, you should delete and write your own post, with a new title above. Or hit Add New on the left (of the admin dashboard) to start a fresh post.

Here are some suggestions for your first post.

  1. You can find new ideas for what to blog about by reading the Daily Post.
  2. Add PressThis to your browser. It creates a new blog post for you about any interesting  page you read on the web.
  3. Make some changes to this page, and then hit preview on the right. You can always preview any post or edit it before you share it to the world.