Alat Optik

ALAT OPTIK

 

Sedikit penjelasan kami tentang alat optik.

Alat optik adalah alat yang berupa benda bening yang digunakan untuk menghasilkan pemantulan atau pembiasan cahaya. Alat optik banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari bahkan selalu kita pakai untuk melakukan kegiatan.

Banyak orang yang mengira alat optik itu hanya suatu alat yang dapat kita gunakan untuk membuat suatu benda yang hanya di luar tubuh kita. Padahal dalam diri manusia juga terdap alat optik yang tidak seorang manusiapun dapat membuatnya, ialah mata. Tuhan telah menganugerahkan sebuah benda yang tak ternialai harganya bahkan kita tak bisa mengetahui cara pembuatannya.

Yaitu mata, salah satu alat optik yang paling sempurna, karena tanpa alat optik ini kita tak akan bisa melihat walaupun telah dengan bantuan alat optik lainnya. Beberapa alat optik lainnya adalah kamera, lup (kaca pembesar), teropong, dan mikrosop.

Disini makalah kami membahas tentang semua alat optik yang disebutkan diatas.

 Beberapa Gambar Alat Optik

 1.Mata

2.LUP

3.Mikroskop

4.Teleskop

5,Kamera

 

I. MATA

Mata adalah organ penglihatan yang mendeteksi cahaya. Yang dilakukan mata yang paling sederhana tak lain hanya mengetahui apakah lingkungan sekitarnya adalah terang atau gelap. Mata yang lebih kompleks dipergunakan untuk memberikan pengertian visual.

Bagian-bagian mata:

 

bagian dalam mata

  1. Bagian luar mata

Penjelasan dan fungsi dari bagian-bagian mata:

  1. Bagian dalam mata
    1. LensaLensa

terletak ditengah bola mata, dibelakang anak mata(pupil) dan selaput pelangi(iris). Fungsi utama lensa adalah memfokuskan dan meneruskan cahaya yang masuk ke mata agar jatuh tepat pada retina(selaput jala). Dengan demikian mata dapat melihat dengan jelas. Lensa mata mempunyai kemampuan untuk menfokuskan jetuhnya cahaya. Kemampuan lensa mata untuk mengubah kecembungannya disebut daya akomodasi. Bila kit mengamati benda yang letaknya dekat, maka mata berakomodasi dengan kuat. Akibatnya, lensa mata menjadi lebih cembung, dan bayangan dapat jatuh tepat diretina. Dan apabila kita mengamati benda yang letaknya jauh, maka mata tidak berakomodasi. Akibatnya, lensa mata berbentuk pipih. Sebagai contoh pada orang tuan yang berusia 50 tahun, daya akomodasi lensa mata mulai menurun. Akibatnya, orang tua menjadi sulit untuk melihat dengan jelas.Lensa mempunyai karakteristik Lunak dan transparan, mengatur fokus citra. Lensa mata berupa lensa cembung yang kenyal. Fungsi lensa yang lain juga untuk membentuk bayangan pada retina yang bersifat nyata, terbalik dan diperkecil.

  1. Konjungtiva

Adalah membran tipis pelindung (lapisan jaringan) pada mata. Konjungtiva berfungsi sebagai membran pelindung pada mata.

  1.  Lapisan Koroid (lapisan tengah)

Lapisan koroid atau lapisan tengah terletak diantara sklera dan retina, berwarna cokelat kehitaman sampai hitam. Lapisan tengah(lapisan koroid) berfungsi memberi nutrisi pada retina luar. sedang warna gelap koroid berfungsi untuk mencegah pemantulan sinar. Lapisan yang amat gelap juga berfungsi mencegah berkas cahaya dipantulkan di sekeliling mata

  1. Pupil (anak mata)

Pupil berupa celah yang berbentuk lingkaran terdapat ditengah-tengah iris . Pupil berfungsi sebagai tempat untuk mengatur banyak sedikitnya cahaya yangmasuk kedalam mata. Pupil juga Lubang di dalam Iris yang dilalui berkas cahaya. Pupil merupakan tempat lewatnya cahaya menuju retina.

  1.  Saraf Optik (saraf mata)

Saraf Mata berfungsi untuk meneruskan rangsang cahaya yang telah diterima. Rangsang cahaya tersebut diteruskan kesusunan saraf pusat yang berada di otak. dengan demikian kita dapat melihat suatu benda. Saraf Optik atau saraf mata juga berfungsi Mengirim informasi visual ke otak atau meneruskan informasi tentang kuat cahaya dan warna ke otak.

  1.  Selaput Bening (Kornea)

Selaput Bening(Kornea) sangat penting bagi ketajaman penglihatan kita. Fungsi utama selaput bening (kornea) adalah meneruskan cahaya yang masuk kemata. Cahaya tesebut diteruskan kebagian mata yang lebih dalam dan berakhir pada selaput jala atau retina. Karena fungsinya itu, maka selaput bening (kornea) mempunyai beberapa sifat, yaitu tidak berwarna(bening) dan tidak mempunyai pembuluh darah. Kornea merupakan bagian mata yang dapat disumbangkan untuk penyembuhan orang dari kebutaan. Selaput being(kornea) brupa Piringan Transparan di depan bola mata dan tidak berpembuluh darah. Selaput Bening(kornea) juga berfungsi sebagai pelindung mata bagian dalam.

  1.  Sklera/selaput putih

Sklera atau selaput putih terletak di lapisan luat. SkleraLapisan luar yang keras / keras. Lapisan ini berwarna putih, kecuali dibagian depan yaitu tidak berwarna atau bening. Lapisan Sklera berwarna putih terdiri atas serabut kolagen yang tidak teratur dan tidak berpembuluh darah, kecuali bagian episklera. Lapisan sklera berfungsi melindungi bola mata. Sklera bagian mata depan tampak bergelembung dan transparan disebut kornea.

  1. Bagian luar mata
    1. Bulu mata

Bulu mata, atau lebih tepatnya rambut mata, adalah bagian dari kelopak mata yang berupa helaian rambut-rambut. Rambut-rambut ini berfungsi untuk melindungi supaya debu, keringat atau air yang menetes dari dahi tidak masuk ke mata. Rambut mata merupakan rambut yang sangat lembut.Alat untuk melentikkan dan menebalkan bulu mata disebut maskara.Bulu mata dimiliki oleh manusia dan hewan mamalia.

  1. Alis mata

Alis mata pada sebagian besar mamalia berupa bagian yang sedikit menonjol sedikit di atas kedua belah kelopak mata dan mempunyai sedikit rambut halus. Alis mata berfungsi sebagai pelindung mata yang peka dari tetesan keringat yang jatuh dari bagian dahi, air hujan, atau sinar matahari yang berlebihan.

Bentuk alis mata pada manusia biasanya bagaikan bulan sabit dengan lengkungan agak tajam di bagian pelipis. Tidak jarang juga dijumpai orang dengan alis mata bagian kiri dan bagian kanan yang bersambung menjadi satu.

Bentuk alis mata dan arah tumbuh rambut pada alis dimaksudkan agar keringat atau air bisa mengalir ke kening dan jatuh ke pipi, atau ke arah pipi melewati puncak hidung. Bentuk tulang dahi pada bagian alis mata juga ikut melindungi mata dari tetesan keringat dan air.

Alis mata juga berfungsi sebagai penahan berbagai macam kotoran yang bisa memasuki mata, seperti pasir, debu, dan ketombe. Selain itu rambut pada alis mata juga menambah kepekaan pada kulit untuk merasakan objek asing yang berada di dekat mata, misalnya serangga yang hendak masuk ke mata.

  1. Kelopak Mata

Kelopak mata terdiri atas kelopak atas dan kelopak bawah. Bagian ini untuk membuka dan meutup mata. Kelopak mata berfungsi untuk melindungi bola mata bagian depan dari benda-benda asing dari luar. Benda-benda tersebut misalnya debu, asap, dan goresan. Kelopak mata juga berfungsi untuk menyapu permukaan bola mata dengan cairan. Selain itu juga untuk mengatur intensitas cahaya yang masuk kemata.

Beberapa penyakit yang terkait dengan kelopak mata antara lain ptosis atau kelopak mata bergantung, yang dalam kebanyakan kasus terjadi apabila otot levator palpebrae tidak cukup kuat untuk menyangga kelopak mata. Penanganan atas keadaan patologis ini dapat dilakukan dengan operasi bedah menggunakan anestesi lokal, dan keadaan mata dapat membaik setelah operasi.

Daya Akomodasi Mata

Definisi daya akomodasi adalah kemampuan mata untuk mencembungkan atau memipihkan lensa mata. Pada proses melihat, lensa mata akan cembung jika melihat benda yang dekat dan akan memipih jika melihat benda yang jauh. Hal ini sebenarnya adalah usaha menempatkan bayangan yang dilihat agar tepat pada retina sehingga dapat jelas.
Kekuatan akomodasi dinyatakan dalam dioptri, dapat diukur dengan kartu akomodasi yang mempunyai garis tegak tunggal ukuran 0,2 x 3 mm. kartu diletakkan di depan mata, kemudian dilihat sampai batas kabur. Jika jarak antara mata dengan kartu itu diketahui, dapat ditentukan daya akomodasi mata tersebut. Misalnya jarak antara mata dan kartu adalah 15 cm, maka daya akomodasi mata adalah 100 per 15 = 6,67 dioptri. Jika daya akomodasi berkurang, mata akan cepat lelah untuk membaca. Hal ini dapat terjadi karena bertambahnya usia sehingga menimbulkan kesulitan untuk melihat.

Jenis-jenis Daya Akomodasi

  1. Daya Akomodasi Maksimum,

Daya akomodasi maksimum adalah keadaan lensa mata saat melihat benda dengan jarak yang dekat dimana lensa mata akan menebal hingga mecapai keadaan paling tebal.

2.Daya Akomodasi Minimum,

Daya akomodasi minimum adalah keadaan lensa mata saat melihat benda dengan jarak yang jauh dimana lensa mata akan menipis hingga mencapai keadaan paling tipis.

Daya akomodasi mata mengakibatkan mata memiliki titik dekat (punctum proximum) dan titik jauh (punctum remotum).
Titik dekat adalah titik terdekat sebuah benda ke mata yang masih dapat terlihat oleh mata dengan jenis dalam keadaan mata berakomodasi maksimum
Titik jauh adalah titik terjauh sebuah benda ke mata yang masih dapat terlihat dengan jelas
dalam keadaan mata tidak berakomodasi.

Mata dapat melihat dengan jelas jika letak benda berada pada jankauan penglihatan,yaitu titik dekat (punctum prosimum)dan titik jauh mata (punctum remotum).Titik dekat dimana mata suatu benda dapat diletakkan dan masih menghasilkan suatu bayangan tajam pada retina ketika mata berakomodasi maksimum disebut titik dekat.Lokasi paling jauh benda dimana mata yang relaks (Mata tidak berakomodasi )dapat memfokuskan benda di sebut dengan titik jauh.Seseorang mata normal dapat melihat benda-benda yang sangat jauh seperti bintang,planet. Jarak titik dekat pada mata normal adalah 25 cm dan titik jauhnya tak terhingga.
Cacat mata dan menaggulanginya.Ada kemugkinan yang ketidaknormalan pada mata,Disebut Cacat mata.atau aberasi.cacat mata dapat di atasi dengan menggunakan kacamata,lensa kontak.Mata normal memiliki titik dekat 25 cm dan titik jauh tidak terhingga.

Cacat Mata

No

Jenis-jenis cacat mata

Penyebab

Akibat

Cara mengtasi

1

Rabun jauh (miopi) Lensa mata terlalu cembung / bola mata terlalu lonjong Tidak dapat melihat benda yang letaknya jauh Menggunakan lensa kacamata cekung

2

Rabun dekat (hipermetrop) Bola mata terlalu pipih / lensa mata kurang dapat dicembungkan Tidak dapat membaca pada jarak baca normal Menggunakan lensa kaca mata cembung

3

Mata tua (presbiopi) Kerena faktor lanjut usia Tidak dapat melihat benda jauh dengan jelas dan tidak bias membaca pada jarak baca normal Menggunakan kaca mata berlensa rangkap (bifocal)

4

Astigmatisma (silindris) Kelengkungan kornea yang tidak berbentuk bola Tidak dapat melihat garis-garis horizontal dan vertical secara bersama-sama Menggunakan kaca mata lensa silindris sehingga dapat terbentuk baying yang jelas pada retina

5

Katarak Seseorang yang berumur panjang Membuat lensa matanya secara parsial atau secara total buram

6

Glaucoma Peningkatan abnormal pada tekanan fluida dalam mata Pengurangan suplai darah ke retina yang mengakibatkan kebutaan

 

II. Lup (Kaca Pembesar)

Pengertian Lup

Lup merupakan sebuah lensa cembung yang digunakan untuk melihat benda-benda yang kecil sehingga tampak lebih besar dan lebih jelas. Untuk itu benda yang akan dilihat harus ditaruh di fokus depan lensa.

Proses pembentukan bayangan pada Lup

Prinsip pembentukan bayangan pada lup sama dengan prinsip pembentukan bayangan pada lensa cembung. Bayangan yang terbentuk bersifat  maya, tegak, dan diperbesar. Untuk mendapatkan bayangan semcam ini objek harus berada didepan lensa di antara titik O dan titik fokus f. Lup dapat digunakan dalam dua macam cara, yaitu dengan mata berakomodasi maksimum dan tidak berakomodasi.

Proses Pembentukan Bayangan pada Lup untuk keadaan mata Berakomodasi Maksimum

Agar mata dapat melihat dengan berakomodasi maksimum, maka bayangan yang dibentuk oleh lensa harus berada di titik dekat mata (PP). Benda yang dilihat harus terletak antara titik fokus dan titik pusat sumbu lensa.
Kelemahannya untuk pengamatan lama mata cepat lelah, sedangkan keuntungannya  dari segi perbesaran bertambah.
Sifat bayangan yang dihasilkan maya, tegak dan diperbesar

Proses Pembentukan Bayangan pada Lup untuk keadaan Mata Tidak Berakomodasi

Menggunakan lup dalam keadaan mata berakomodasi maksimum membuat mata menjadi cepat lelah. Agar mata relaks dan tidak cepat lelah, lup digunakan dalam keadaan mata tidak berakomodasi. Untuk mendapatkan perbesaran bayangan yang diinginkan dalam keadaan mata tidak berakomodasi, bayangan yang terbentuk harus berada sangat jauh di depan lensa (jarak tak hingga). dalam hal ini objek harus berada di titik fokus lensa (s = f).

 

Sifat Bayangan yang Dihasilkan Lup

Bayangan yang terbentuk pada lup bersifat:

Maya

Tegak

Diperbesar

III. MIKROSKOP

Pengertian Mikroskop

Mikroskop adlah alat optik yang digunakan untuk mrngamati brnda-benda renik (sangat kecil) agar tampak lebih besar hingga ratusan bahkan ribuan kali. Mikroskop terdiri atas dua lensa positif, yaitu yaitu lensa objektif dan lensa okuler. Lensa objektif berada di dekat objek sedangkan lensa okuler berada di depan mata pengamat. Jarak titik api lenmsa okuler lebih panjang dari pada lensa objektif.

Lensa objektif berfungsi untuk membentuk bayangan sejati, terbalik dan diperbesar dari benda yang diamati. Bayangan yang dibentuk oleh lensa objektif dianggap benda bagi lensa okuler.

Lensa okuler berfungsi membentuk bayangan maya, tegak dan diuperbesar.

Lensa kondensor, adalah lensa yang berfungsi guna mendukung terciptanya pencahayaan pada obyek yang akan dilihat sehingga dengan pengaturan yang tepat maka akan diperoleh daya pisah maksimal.

Proses Pembentukan Bayangan pada Mikroskop

Objek yang ingin diamati diletakkan di depan lensa objektif di antara titik Fob dan 2Fob. Bayangan yang terbentuk oleh lensa objektif adalah I1 yang berada di belakang lensa objektif dan di depan lensa okuler. Bayangan ini bersifat nyata, terbalik, dan diperbesar. Bayangan I1 akan menjadi benda bagi lensa okuler dan terletak di depan lensa okuler antara pusat optik O dan titik fokus okuler Fok. Di sini lensa okuler akan berfungsi sebagai lup dan akan terbentuk bayangan akhir I2 di depan lensa okuler. Bayangan akhir I2 yang terbentuk bersifat maya, diperbesar, dan terbalik terhadap objek semula.

Perbesaran yang dihasilkan mikroskop adalah gabungan dari perbesaran lensa objektif dan perbesaran lensa okuler. Perbesaran lensa objektif mikroskop adalah

Adapun perbesaran lensa okuler mikroskop sama dengan perbesaran lup, yaitu sebagai berikut.

untuk mata berakomodasi maksimum

untuk mata tidak berakomodasi

Dimana Pok adalah perbesaran lensa okuler, sn adalah jarak titik dekat mata (untuk mata normal sn = 25 cm), dan fok adalah jarak fokus lensa okuler.

Perbesaran total mikroskop adalah hasil kali perbesaran lensa objektif dan perbesaran lensa okuler. Jadi,

P = Pob × Pok

Hal-hal penting yang perlu diketahui berkaitan dengan mikroskop:

(1) jarak antara lensa objektif dan lensa okuler disebut juga panjang tabung (d). panjang tabung sama dengan penjumlahan jarak bayangan yang dibentuk lensa objektif (s’ob) dengan jarak benda (bayangan pertama) ke lensa okuler (sok).

d = s’ob + sok

(2) menggunakan mikroskop dengan mata berakomodasi maksimum berarti letak bayangan akhir berada di titik dekat mata di depan lensa okuler. Jadi, dapat dituliskan

s’ok = −sn

(3) menggunakan mikroskop dengan mata tidak berakomodasi berarti jarak benda di depan lensa okuler (sok ) berada tepat di titik fokus lensa okuler (fok). Jadi, dapat dituliskan

sok = fok

Pembentukan Bayangan pada Mikroskop Keadaan Mata Berakomodasi Minimum

 

Pengamatan ini menempatkan bayangan akhir (bayangan lensa okuler) maya pada titik dekat pengamat (PP).
Perbesaran mikroskop pada pengamatan ini adalah:

Keterangan:

S(Ob) = Jarak benda lensa obyektif dalam meter
S’(Ob) = Jarak bayangan lensa obyektif dalam meter
PP = titik dekat pengamat dalam meter
f(Ok) = panjang fokus lensa okuler dalam meter

Pembentukan Bayangan pada Mikroskop Keadaan Mata Berakomodasi Maksimum

Pengamatan ini menempatkan bayangan akhir (bayangan lensa okuler) maya pada titik jauh pengamat (PR).
Perbesaran mikroskop pada pengamatan ini adalah:

S(Ob) = Jarak benda lensa obyektif dalam meter
S’(Ob) = Jarak bayangan lensa obyektif dalam meter
PP = titik dekat pengamat dalam meter
f(Ok) = panjang fokus lensa okuler dalam meter

Sifat bayangan yang dihasilkan Mikroskop

Objek yang diamati diletakan didepan  lensa objektif di antara titik fob dan 2fob. Bayangan yang terbentuk oleh lensa objektif adalah I1 yangberada dibelakang lensa objektif dan didepan lensa okuler. Bayangan ini bersifat nyata, terbalik, dan diperbesar. Byangan I1 akan menjadi benda bagi lensa okuler dan terletak di depan lensa okuler antara pusat optik O dan titik fokus okuler fok. Lensa okuler akan berfungsi sebagai lup dan akan terbentuk bayangan akhir I2 didepan lensa okuler. Bayangan akhir I2 yang terbentuk bersifat maya, diperkecil dan terbalik.

  1. TEROPONG

Pengertian Teropong

Teropong adalah alat optik yang digunakan untuk mengamati benda-benda yang letaknya jauh agar

tampak lebih dekat dan lebih jelas. Teropong juga sering disebut teleskop. Teleskop pertama kali
ditemukan oleh Galileo Galilei. Teropong dibedakan menjadi dua yaitu teropong bias (tersusun atas
beberapa lensa) dan teropong pantul (tersusun atas beberapa cermin dan lensa). Teropong bias antara
lain teropong bintang (astronomi), teropong bumi, dan teropong panggung (teropongGalileo).

 

Pembentukan Bayangan pada Teropong

Obyek benda yang diamati berada di tempat yang jauh tak terhingga, berkas cahaya datang berupa sinar-sinar yang sejajar. Lensa obyektif berupa lensa cembung membentuk bayangan yang bersifat nyata, diperkecil dan terbalik berada pada titik fokus.

Bayangan yang dibentuk lensa obyektif menjadi benda bagi lensa okuler yang jatuh tepat pada titik fokus lensa okuler.

Pembentukan Bayangan pada Teropong dengan Mata Tidak Berakomodasi

Untuk penggunaan dengan mata tidak berkomodasi, bayangan yang dihasilkan oleh lensa obyektif jatuh di titik fokus lensa okuler.

Perbesaran anguler yang diperoleh adalah :

M = f (ob) / f (ok)

Panjang teropong adalah :

M = f (ob) + f (ok)

Bayangan Teropong yang dibentuk ole Mata Berakomodasi Maksimum

Untuk penggunaan dengan mata berkomodasi maksimal bayangan yang dihasilkan oleh lensa obyektif jatuh diantara titik pusat bidang lensa dan titik fokus lensa okuler.

Perbesaran anguler dapat diturunkan sama dengan penalaran pada pengamatan tanpa berakomodasi dan didapatkan :

M = f (ob) / So (ok)

Panjang teropong adalah :

M = f (ob) + So (ok)

Sifat Bayangan yang dibentuk Teropong

Bayangan yang dibentuk oleh lensa objektif yang ditempatkan di fokus okuler. Okuler membentuk bayangan di jauh tak terhingga.

  1. KAMERA

Pengertian Kamera

Kamera adalah alat untuk menangkap dan merekam gambar pada suatu lembaran potret ke lembaran film. Kamera berasal dari kata camera abscura yang berarti ‘ruang gelap’. Kamera merupakn alat yang paling populer dalam aktifitas fotografi. Kamera juga berarti sebuah alat yang terdiri dari gabungan alat optik, mekanik, dan elektronik yang fungsinya untuk menangkap gambar.

Kamera juga merupakan alat optik yang menyerupai mata. Elemen-elemen dasar lensa adalah sebuah lensa cembung, celah diafragma, dan film (pelat sensitif). Lensa cembung berfungsi untuk membentuk bayangan benda, celah diafragma berfungsi untuk mengatur intensitas cahaya yang masuk dan film befungsi untuk menangkap bayangan yang dibentuk lensa. Film terbuat dari bahan yang mengandung zat kimia sensitif terhadap cahaya (berubah ketika cahaya mengenai bahan tersebut). Pada mata, ketiga elemen dasar ini menyeruapi lensa mata (lensa cembung), iris (celah diafragma), dan retina (film)

Pemfokusan dilakukan dengan mengatur jarak lensa dengan film. Perubahan jarak benda mengakibatkan jarak pada film. Oleh karena itu, lensa kamera perlu digeser agar bayangan tetap jatuh pada film. Hal ini terjadi karena jarak fokus lensa kamera tetap. Dari rumus umum optik, jika jarak fokus tetap, maka perubahan jarak benda (So) akan diikuti oleh jarak perubahan (Si).

Proses Kerja Kamera

 

  1. Analogikan kita melihat pensil di ujung meja tulis. Cahaya datang dan memantul dari pensil lalu masuk ke badan kamera.
  2. Cahaya yang masukke kamera lalu mengenai lensa optik (lensa konveks/lensa cembung). Lensa ini kan memfokuskan cahaya yang diterima berupa bayangan terbalik kesuatu tempat yang disebut film.
  3. Proses kimia terjadi saat film terkena cahaya dan membentuk sebuah pola gambar. Hanya bagian film yang terkena cahaya yang akan terbakar dan hangusm, sedangkan yang lainya tetap. Dahulu film dibuat dari lempengan kaca yang bercampur bahan kimia yang langsung merekam cahaya. Perak dan kapur adalah campuran pertama kali digunakan untuk membuat lempengan tersebut. Tetapi sekarang, film dibuat dengan bahan plastik dan dilapisi hemulasi garam perak hadila supaya peka menangkap cahaya. Film yang digunakan untuk foto hitam putih menggunakan satu lapis senyawa garam perak hadila. Sedangkan penggunaan foto berwarna menggunakan minimal 3 lapis.
  4. Hasil pengkapan film adalah sebuah klise/negatif yaitu lembaran hitam. Kemudian film dicetak pada lembaran kertas foto. Proses pencetakan atau pencucian dilakukan pada ruang gelap, karena bila pada tempat terang cahaya dapat merusak hasil film yang rentan terbakar.

Sifat Bayangan Kamera

Dari proses kerja kamera di atas dapat dihasilkan suatu bayangan yang bersifat :

Nyata

Terbalik

Diperkecil

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s